Kamu mungkin pernah mengalami kegagalan. Satu hal, dua hal, tiga hal, atau bahkan  beberapa kali gagal dalam satu hal. Entah karena kamu kurang usaha atau mengapa, kegagalan yang sama terulang dan terlewati begitu saja. Memang menyakitkan, tetapi itu lebih baik daripada kita tidak pernah menyoba sama sekali. Setidaknya kita memiliki beberapa pengalaman yang bisa kita jadikan pelajaran dan kenangan, sehingga kelak ketika kita sukses, semua itu bisa menjadi cerita motivasi bagi diri kita sendiri dan orang-orang di sekitar kita. Juga bisa menjadi sebuah rumus, bahwa kesuksesan butuh perjuangan dan pengorbanan.
Beberapa kali gagal dalam hal yang sama tidak selamanya buruk kok. Setidaknya kita jadi lebih tahu bagian mana dan apa saja kekurangan yang harus kita benahi dan perbaiki untuk bisa berhasil. Dengan begitu, kita tidak masuk ke “jurang” yang sama. Kegagalan ibarat sebuah jurang. Ketika kita masuk ke dalamnya, kita menjadi tahu posisi, letak dan medan dari jurang itu. Jika kita mau berusaha dan berpikir, kita akan menemukan solusi kreatif tentang cara untuk keluar dari jurang itu. Entah dengan memanjat, merangkak atau mungkin dengan meminta pertolongan orang lain.
Tenanglah, menjadi lemah di depan orang lain juga tak selamanya buruk dan rendah. Bukankah mengakui kelemahan diri adalah sebuah keberanian yang luar biasa. Begitu juga mengakui kekuatan dan kehebatan orang lain. Keduanya adalah sebuah tantangan besar untuk kita. Jika kita mau berpikir dan berperasaan positif, sebenarnya orang lain pun bisa menjadi motivator dan inspirator untuk kita, sehingga kita mau bergerak dan bangkit dari kegagalan. Bahkan motivator dan inspirator juga tak harus orang yang lebih hebat dari kita, tetapi bisa juga semua orang yang berada di sekitarmu. Mulai orang kurang biasa, setengah biasa, atau biasa.
Sebenarnya kurang baik juga membuat sebuah "kotak-kotak" dan strata sosial seperti itu, karena semua orang pada dasarnya sama. Sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda-beda. Mungkin kamu memiliki kelebihan A, tetapi kamu tidak memiliki kelebihan B yang hanya dimiliki oleh orang lain. Di sini lah pentingnya sikap saling menghargai satu sama lain, sehingga takkan ada lagi  pengotakan, perpecahan dan permusuhan di antara orang-orang. Coba lihatlah pelangi dengan berbagai macam warnanya, maka kamu akan mengerti dan memahami betapa keindahannya muncul dari kebersamaan, keberagaman dan kesetaraan warna-warnanya. :)


Yogyakarta, 19 April 2013

0 Komentar